Konektor kotor
Penyebab nomor satu, dan paling murah diperbaiki. Satu bekas sidik jari di ferrule bisa menambah 1–3 dB. Bersihkan dengan pembersih khusus, bukan tisu biasa.
Angka yang tertera di ONT pelanggan — sesuatu seperti −21,4 dBm — menjawab satu pertanyaan: masih sehatkah jalur fibernya. Halaman ini memberi dua hal yang berbeda dan sering tertukar: batas resmi yang ditetapkan standar GPON, dan ambang kerja yang dipakai teknisi di lapangan.
Untuk teknisi FTTH dan RT/RW Net. Gratis, tanpa daftar; angka yang Anda ketik dihitung di peramban sendiri dan tidak dikirim ke mana pun.Dibaca dari halaman status ONT, OPM, atau perintah OLT. Hampir selalu bernilai negatif. Keyboard ponsel tanpa tanda minus? Ketik angkanya, lalu tekan ±.
Dipakai untuk GPON kelas B+, yang paling umum di Indonesia. Kolom kanan menyebut apa yang biasanya pantas dikerjakan, bukan sekadar label.
| Daya terima (RX) | Keadaan | Yang biasanya dilakukan |
|---|---|---|
| −8 dBm ke atas | Terlalu kuat | Melewati batas terima ONT. Justru merusak sinyal dan bisa memperpendek umur modul. Tambah redaman atau jauhkan dari OLT. |
| −8 s/d −24 dBm | Bagus | Tidak perlu tindakan. Catat angkanya sebagai acuan pelanggan itu. |
| −24 s/d −27 dBm | Waspada | Masih menyala, tetapi cadangannya tipis. Hujan atau konektor kotor sudah cukup membuatnya putus. Telusuri sebelum jadi gangguan. |
| Di bawah −27 dBm | Buruk | Sudah melewati sensitivitas ONT kelas B+. Internet putus-nyambung atau tidak naik sama sekali. |
Angka −8 dBm dan −27 dBm bukan kebiasaan, melainkan batas resmi ONU kelas B+ pada ITU-T G.984.2: daya terima maksimum (overload) −8 dBm dan sensitivitas −27 dBm. Pembatas −24 dBm antara “bagus” dan “waspada” adalah ambang kerja — ia memberi cadangan sekitar 3 dB sebelum batas resmi, dan setiap operator boleh menggesernya.
Kalau ONT atau modul SFP yang dipakai berkelas C+, sensitivitasnya lebih dalam — angka yang di tabel atas tergolong buruk masih bisa bekerja.
| Kelas | Daya terima maksimum | Sensitivitas | Jangkauan terpakai |
|---|---|---|---|
| B+ (paling umum) | −8 dBm | −27 dBm | 19 dB |
| C+ | −8 dBm | −30 dBm | 22 dB |
Sumber: ITU-T G.984.2 beserta amandemennya. Kelas perangkat tertulis di label modul SFP OLT atau lembar spesifikasi ONT. Mencampur OLT C+ dengan ONT B+ tidak menambah jangkauan — yang menentukan adalah sisi yang paling tidak peka.
Penyebab nomor satu, dan paling murah diperbaiki. Satu bekas sidik jari di ferrule bisa menambah 1–3 dB. Bersihkan dengan pembersih khusus, bukan tisu biasa.
Splice yang baik menambah sekitar 0,05–0,1 dB. Yang buruk bisa 0,5 dB ke atas. Kalau angka turun mendadak sesudah perbaikan kabel, periksa splice terakhir.
Fiber yang tertekuk terlalu tajam membocorkan cahaya. Sering terjadi di belakang ODP atau di balik rak yang berdesakan. Gejalanya khas: redaman berubah saat kabel disentuh.
Setiap pembagian memakan daya: 1:8 sekitar 10,5 dB, 1:16 sekitar 13,7 dB, 1:32 sekitar 17 dB. Menaikkan rasio splitter demi menambah pelanggan menurunkan daya SEMUA pelanggan di bawahnya, bukan hanya yang baru.
Pada 1310 nm sekitar 0,35 dB/km, pada 1490 nm sekitar 0,21 dB/km. Pada jarak RT/RW Net yang biasanya di bawah 5 km, ini jarang jadi penyebab utama — tetapi ikut menambah.
Tiap pasangan konektor sekitar 0,3–0,5 dB. Rantai ODP yang dirapikan berkali-kali bisa menumpuk sambungan tanpa ada yang menghitungnya.
Ingin menghitung sendiri rantai ODP sampai ke ONT? Pakai kalkulator PON — rasio tap, splitter PLC, kabel, konektor, dan splice dijumlahkan sekaligus.
Daya terima ONT menjawab “berapa yang sampai”, bukan “di mana hilangnya”. Agar bisa ditindaklanjuti, bandingkan tiga hal:
Karena itu angka redaman layak dicatat per pelanggan, bukan hanya dilihat sekali saat pemasangan. Perbandingan dengan riwayatnya sendiri yang membuat gangguan terlihat sebelum pelanggan menelepon.
Untuk GPON kelas B+, daya terima antara −8 dBm dan −24 dBm tergolong bagus dan tidak perlu ditindaklanjuti. Antara −24 dBm dan −27 dBm masih menyala tetapi cadangannya tipis. Di bawah −27 dBm sudah melewati sensitivitas ONT kelas B+ dan sambungan akan putus-nyambung.
Karena dBm mengukur daya dibanding 1 miliwatt. Nilai negatif berarti dayanya lebih kecil dari 1 miliwatt, dan itu memang keadaan normal di sisi penerima. Semakin jauh angkanya dari nol, semakin kecil daya yang sampai.
Keduanya menerima paling kuat −8 dBm, tetapi sensitivitasnya berbeda: B+ sampai −27 dBm dan C+ sampai −30 dBm. Artinya C+ masih bekerja pada daya yang sudah terlalu lemah bagi B+. Yang menentukan adalah sisi paling tidak peka, jadi OLT C+ dengan ONT B+ tetap terbatas di −27 dBm.
Daya terima hanya mengukur jalur optiknya. Kalau angkanya sehat tetapi internet lambat, penyebabnya ada di luar fiber: kapasitas uplink yang penuh, pembatasan kecepatan di router, perangkat pelanggan, atau jumlah pengguna yang melebihi kapasitas. Redaman yang bagus menyingkirkan satu kemungkinan, bukan membuktikan semuanya baik.
Tidak. Itu melewati batas terima ONT dan justru merusak pembacaan sinyal, bahkan bisa memperpendek umur modul penerima. Keadaan ini biasa terjadi pada pelanggan yang sangat dekat dengan OLT tanpa redaman tambahan. Pasang attenuator agar masuk kembali ke rentang aman.
Yang paling berguna bukan frekuensinya, melainkan pencatatannya: simpan angka saat pemasangan, lalu bandingkan setiap kali ada keluhan. Penurunan 3 dB dari catatan sebelumnya lebih berarti daripada satu angka mutlak yang kebetulan masih di rentang bagus.
MikrotikBot menyimpan daya terima per pelanggan bersama data langganannya, jadi perbandingan dengan angka sebelumnya ada saat dibutuhkan — bukan dicari ulang di buku catatan.
Lihat billing MikrotikBot